Menyehatkan Rumah Sakit

Zulfadhli N, ditulis 2007, untuk tugas kuliah yg gagalmasukmedia

Kasus pencemaran lingkungan yang bersumber dari rumah sakit, sempat menjadi perhatian dalam beberapa tahun belakangan. Beberapa rumah sakit bahkan diajukan ke pengadilan karena dianggap membahayakan dan mencemari lingkungan.

Memang merupakan suatu ironi, jika rumah sakit justeru menambah risiko kesakitan bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Tentu hal itu bertentangan dengan perannya sebagai tempat penyembuhan penyakit dan pelayanan kesehatan.

Rumah sakit memang merupakan penghasil limbah klinis terbesar. Dampaknya bisa mengenai bukan saja bagi orang-orang yang berada di rumah sakit, tetapi juga lingkungan dan masyarakat sekitar. Limbah klinis yang dimaksud adalah limbah yang berasal dari pelayanan medis, perawatan, gigi, veterinary, farmasi, atau yang sejenisnya serta limbah yang dihasilkan di rumah sakit pada saat dilakukan perawatan/pengobatan atau penelitian.

Oleh karena itu, potensi rumah sakit dalam mencemari lingkungan cukup besar, ditambah lagi bila tidak ada pengelolaan yang memadai. Dalam Profil Kesehatan Indonesia, Departemen Kesehatan, 1997 (Balipost.com), dirilis hasil kajian terhadap 100 RS di Jawa dan Bali. Diketahui bahwa rata-rata produksi sampah sebesar 3,2 Kg per tempat tidur per hari. Produksi limbah cair sebesar 416,8 liter per tempat tidur per hari.

Analisa lebih jauh menunjukkan, produksi sampah (limbah padat) berupa limbah domestik sebesar 76,8 persen dan berupa limbah infektius sebesar 23,2 persen. Diperkirakan secara nasional produksi sampah (limbah padat) RS sebesar 376.089 ton per hari dan produksi air limbah sebesar 48.985,70 ton per hari. Di negara maju, jumlah limbah diperkirakan 0,5 – 0,6 kilogram per tempat tidur rumah sakit per hari.

Data di atas menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan kesehatan lingkungan di rumah sakit. Revitalisasi analisa dampak lingkungan rumah sakit nampaknya menjadi keniscayaan. Ditemukannya beberapa rumah sakit yang membuang limbahnya ke sungai secara sembarangan, memperkuat wacana di atas. Hal itu mengindikasikan bahwa selama ini proses mengelola kesehatan lingkungan rumah sakit belum dilaksanakan secara serius.

Penulis mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan hal ini belum menjadi wacana populer. Pertama, adalah kurang kuatnya peraturan yang ada. Sebagaimana dinyatakan Pakar Hukum Lingkungan Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf (kompas.com), belum ada peraturan khusus yang mengatur limbah medis. Limbah medis hanya dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun. Itupun mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 85/1999 tentang Perubahan atas PP 18/ 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). PP ini lebih bertendensi untuk limbah industri dan pertambangan, padahal limbah medis lebih berbahaya dari limbah industri dan pertambangan. Oleh karena itu, setidaknya dibutuhkan regulasi setingkat Keputusan Presiden atau PP.

Kedua, belum adanya peraturan yang lebih mengikat itu tidak diiringi dengan pengawasan yang ketat. Diketemukannya beberapa rumah sakit yang ”menyakiti” lingkungannya dua tahun belakangan menjadi bukti. Berarti sudah sejak lama rumah sakit-rumah sakit itu mencemari lingkungan. Bahkan, ada yang membuangnya ke sungai besar Ciliwung, yang cukup vital bagi daerah alirannya. Sejumlah rumah sakit juga menyimpan limbah bekas operasi di dekat instalasi air. Akibatnya, potongan tubuh, darah, dan bahan kimia di rumah sakit bisa mengontaminasi air.

Ketiga, pengelola rumah sakit belum mampu menerapkan konsep manajemen lingkungan secara optimal. Hal seperti ini sepertinya masih menjadi pemenuh prosedur legal formal saja bagi pendirian rumah sakit. Kelanggengan pelaksanaannya setelah rumah sakit berdiri, semakin lama semakin memudar. Tanggung jawab sosial rumah sakit masih berada di prioritas bawah dibandingkan dengan investasi mengejar profit.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: